Sunday, 10 March 2013

Posted by Billion |
Cat adalah campuran zat padat yang dikemas dalam bentuk cair. Fungsinya untuk melindungi dan memperindah permukaan substrat. Berdasarkan bahan pencampurnya, secara garis besar cat ada 2 macam yaitu:

alt

  • Cat water-base , cat yang berbahan dasar air sehingga untuk melarutkannya hanya membutuhkan air. Cat dengan bahan dasar air tidak menghasilkan efek kimia yang tinggi dalam larutan cat sehingga cat ini ramah lingkungan. Contohnya, cat tembok, cat genteng, atau cat lukis.
  • Cat solvent-base, cat yang dapat dilarutkan dengan sejenis minyak / thinner. Cat ini hanya diaplikasikan sebagai cat kayu dan besi, dan cat untuk keperluan industri, otomotif, dan furnitur.
Sedangkan, berdasarkan lokasi aplikasinya, cat biasanya dibedakan menjadi:

Cat interior , pada umumnya segala jenis cat dapat diaplikasikan pada bidang-bidang yang terletak di dalam bangunan, karena relatif tidak terlalu banyak mendapat gangguan panas dan kelembaban.

Cat eksterior , pada aplikasi eksterior diperlukan cat dengan kualitas yang lebih baik daripada interior. Wajar saja, karena cat di bidang-bidang eksterior menghadapi paparan langsung sinar matahari, air hujan, kelembaban. Karena kita berada di iklim tropis, bidang tembok yang lembab adalah tempat yang sangat disukai oleh lumut dan jamur untuk tumbuh.

sumber : edupaint.com

Saturday, 9 March 2013

Posted by Billion |
Sifat-sifat pigmen warna sangat berpengaruh dalam sistim cat,karena itu setiap pigmen warna selalu memerlukan evaluasi yang lengkap.

Sifat-sifat umum suatu pigmen atau zat pewarna diantaranya adalah sebagai berikut :

Mass Color/Mass Tone, menunjukkan warna dari pigmen yang digunakan dalam kekuatan penuh (fullstrength).

Tinting Strength, yaitu kemampuan (relatif) suatu pigmen memberikan warna pada suatu basis putih.

Oil Absorption, adalah nilai yang mengindikasikan jumlah Linseed Oil yang diperlukan untuk membasahi suatu pigmen.

 

Hiding Power / Daya tutup, kemampuan suatu pigmen untuk menutupi subtrate yang mempunyai warna kontras (biasanya Hitam dan Putih / Black & White). Karena hiding power menentukan jumlah pigmen yang diperlukan, maka akan berpengaruh terhadap RM Cost, konsistensi, gloss dan sifat-sifat lain.

Lightfastness, sifat ini berhubungan dengan cat eksterior, karena energi radiasi dari sinar matahari merupakan sumber penyebab perubahan warna. Sinar Ultra violet dari sinar matahari lebih merusak terhadap perubahan warna dan kekuatan lapisan cat disbanding radiasi spectrum warna. Pigmen warna yang mempunyai daya tahan cuaca biasanya harganya mahal mempunyai tinting strength yang rendah sehingga jumlah pemakaian yang relatif lebih banyak.

Exterior durability, ketahanan terhadap cuaca (Exterior durability) dari resin pengikat dalam sistim pelapisan / coating sering kali menentukan tingkat colorfastness dari pigmen, karena kerusakan resin pengikat menyebabkan pengapuran pigmen yang menghasilkan tampak pudar yang tidak  bergantung dengan ketahanan dari pigmen. Di lain pihak, pigmen berpengaruh terhadap ketahanan cuaca dari sistim pengecatan karena berbeda pigmen berbeda kapasitasnya dalam memantulkan dan menyerap energi radiasi sehingga melindungi resin pengikat dari perusakan.

Bleeding, timbul bila suatu cat warna muda biasanya putih, diapplikasikan terhadap suatu sistim (cat dasar) warna tua yang mengadung pigmen organik yang dapat larut biasanya merah atau maroon. Hal ini disebabkan pigmen dalam cat dasar larut oleh solvent / pelarut dari cat akhirnya. Cara mengatasinya adalah dengan menggunakan cat dasar yang menggunakan pigmen yang tidak larut dalam solvent / pelarut cat akhirnya

Daya tahan alkali dan keasaman kuat, sifat ini biasanya berpengaruhnya pada saat cat telah diapplikasikan, misalnya adanya serangan alkali dari tembok basah, atau adanya sifat asam dari lingkungan. Pemakaian Alkali Resisting Primer Sealer kadang dapat mengurangi kerusakan cat akibat serangan alkali dari tembok yang belum kering sempurna.

Sumber : Edupaint.com

Posted by Billion |
Oleh                  : Rofa Yulia Azhar
Tanggal terbit     : 20 Juni 2012



1.   Pendahuluan
Cat Industri cat adalah salah satu industri tertua di dunia. Sekitar 20.000 tahun lalu, manusia yang hidup di gua-gua menggunakan cat untuk kegiatan komunikasi, dekorasi dan proteksi. Mereka menggunakan metrial-material yang tersedia di alam seperti arang (karbon), darah, susu, dan sadapan dari tanaman-tanaman yang memiliki warna yang menarik. Yang mengejutkan, cat-cat ini mempunyai keawetan yang baik, seperti yang ditunjukkan pada lukisan gua di Altamira Spanyol, Lascaux Spanyol, cat batu orang Aborigin di Arnhem Land Australia, dan lukisan-lukisan prasejarah lainnya yang ditemukan.
Orang-orang Mesir kuno mengembangkan cat menjadi lebih kaya warna, mereka menemukan cat warna biru, merah, dan hitam dengan mengambilnya dari akar tanaman tertentu. Kemudian orang-orang Mesir itu menemukan kasein sebagai perekatnya. Seiring dengan waktu, manusia mulai menemukan minyak tanaman dan resin dari fosil untuk mengganti darah dan susu sebagai perekat cat. Saat ini walaupun telah ditemukan perekat/resin yang semakin baik dengan berkembangnya teknologi kimia, resin-resin natural hingga kini masih banyak dipakai.
Salah satu cara meningkatkan nilai tambah suatu bahan adalah dengan melapisi permukaan bahan tersebut dengan bahan lain yang lebih lebih tinggi nilainya. Pengetahuan tentang pelapisan permukaan bahan, secara umum dikenal sebagai surface coating knowledge. Bagian ini meliputi: metal coating (electro coating, galvanizing), plastic coating, paper coating, powder coating dan tentang cat itu sendiri. Jadi cat merupakan bagian kecil dari sebuah ilmu yang jauh lebih besar, yaitu ilmu tentang surface coating.
Cat adalah suatu cairan yang dipakai untuk melapisi permukaan suatu bahan dengan tujuan memperindah (decorative), memperkuat (reinforcing) atau melindungi (protective) bahan tersebut. Setelah dikenakan pada permukaan dan mengering, cat akan membentuk lapisan tipis yang melekat kuat dan padat pada permukaan tersebut. Pelekatan cat ke permukaan dapat dilakukan dengan banyak cara: diusapkan (wiping), dilumurkan, dikuas, disemprotkan (spray), dicelupkan (dipping) atau dengan cara yang lain.
Cat adalah istilah umum yang digunakan untuk keluarga produk yang digunakan untuk melindungi dan memberikan warna pada suatu objek atau permukaan dengan melapisinya dengan lapisan berpigmen. Cat dapat digunakan pada hampir semua jenis objek, antara lain untuk menghasilkan karya seni (oleh pelukis untuk membuat lukisan), salutan industri (industrial coating), bantuan pengemudi (marka jalan), atau pengawet (untuk mencegah korosi atau kerusakan oleh air)

2.    Proses  Pembuatan Cat Secara Industri
Tahapan pembuatan cat sangat dipengaruhi oleh seberapa canggih teknologi yang dipakai untuk menunjang pembuatan cat tersebut, makin canggih tinggi teknologi yang dipakai maka makin singkat dan mudah proses pembuatan catnya.
a.      Persiapan
Pada tahap ini dimulai dengan mempersiapkan bahan-bahan baku sesuai dengan formula atau resep cat yang akan dibuat. Bahan-bahan diambil dari gudang yang sudah teruji kualitasnya, tidak kedaluwarsa dan tidak pula cacat atau rusak baik fisik maupun kimia (yang ditandai dengan adanya perubahan bau, warna, bentuk, atau kekentalan pada bahan tersebut).
Mengukur bahan yang akan diproses, bisa dilakukan dengan cara ditimbang beratnya atau diukur volumenya, tergantung dengan basis apa yang digunakan dalam formula atau resepnya. Ketelitian dan keakuratan penimbangan merupakan faktor penting terhadap hasil akhir pembuatan cat, terutama pada penimbangan additive atau pigment. Bahan-bahan tersebut kemudian diangkut ke area produksi, bisa dilakukan dengan tenaga manusia biasa, forklif atau melalui sistim pemipaan (untuk bahan cair).

b.      Produksi
Proses produksi cat dibagi menurut jenis cat yang akan dibuat:
1)       Cat Tanpa Pigment, Extender atau Filler
Pembuatannya hanya melibatkan proses penuangan, mixing dan stiring saja, yaitu menuang bahan-bahan dengan urutan dan cara sesuai dengan jenis cat yang akan dibuat ke dalam sebuah tangki dengan ukuran pas. Kemudian mencampur bahan-bahan dengan putaran mixer relatif pelan, hingga diperoleh suatu campuran yang benar-benar merata di semua titik. Waktu stiring dan kecepatan mixer disesuikan dengan jumlah dan kekentalan campuran.
Perlakuan seperti ini juga dipakai untuk membuat tinner, hardener, wood stain (solvent + dyestuff) atau campuran bahan lain yang tidak mengandung pigment atau extender asli (padatan). Namun jika pigment atau extender-nya sudah diproses menjadi bahan setengah jadi (pasta) terlebih dulu, maka bahan atau campuran ini bisa diproses seperti tersebut di atas.

Gambar 1. Macam-macam Pigment cat

2)      Cat Dengan Pigment dan/atau Extender
Proses pembuatan cat jenis ini juga dibagi berdasarkan pada seberapa halus padatan (pigment atau extender) terdispersi di dalam campuran. Jika diinginkan padatan terdispersi secara kasar (dengan kehalusan antara 20 – 50 mikro), maka proses yang dibutuhkan adalah cukup dengan proses dispersi saja; namun jika dikehendaki padatan terdispersi secara halus (5 – 20 mikro) maka diperlukan proses penggilingan partikel padat dalam mesin giling. Contoh jenis cat yang dibuat cukup dengan proses dispersi saja adalah : dempul atau filler, cat primer, undercoat, intermediate atau tembok dimana kehalusan partikel bukan merupakan sifat yang harus dicapai.

Gambar 2. Mixing cat

3)       Proses Dispersi
Tahapan dispersi merliputi:
a)    Proses pembasahan permukaan partikel-partikel pigment dan/atau extender oleh bahan-bahan cair (millbase).
b)  Proses pemecahan secara mekanis terhadap kelompok-kolompok partikel pigment dan/extender menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil atau partikel-partikel primernya sesuai dengan derajad kehalusan yang dikehendaki.
c)   Mempertahan agar supaya kelompok-kelompok partikel yang lebih kecil atau partikel-partikel primer ini tetap terpisah satu sama lain, tidak bersatu kembali.

Proses dispersi akan mendapatkan hasil optimal bila prinsip-prinsip dispersinya terpenuhi. Adapun prinsip-prinsip dispersi yang perlu mendapat perhatian adalah: kecepatan peripheral campuran, bentuk cakram, diameter cakram terhadap tangki, tinggi cakram dari dasar tangki, diameter tangki, tinggi tangki dan perbandingan padatan dan cairan campuran (kadar padatan = PVC) serta penambahan secara tepat additive wetting dan dispersingnya. Jika kondisi ideal terpenuhi, maka akan terbentuk sebuah aliran yang menyerupai donat, terbentuk “doughnut effect”. Pada kondisi ini diperoleh proses dispersi yang optimal.

Gambar 3. Triple Roll Mill
4)      Penggilingan
Dengan hanya dispersi, kita belum mendapatkan kehalusan partikel lebih rendah dari 20 mikro, yaitu ukuran rata-rata partikel primer dari pigment dan/atau extender. Untuk itu diperlukan sebuah tahap lanjutan dimana ikatan fisik partikel-partikel pigment akan dipecahkan lebih lanjut menjadi patikel-partikel yang lebih kecil lagi. Tahapan ini disebut penggilingan.
Untuk memudahkan dalam pembuatan cat; biasanya pigment, extender, sebagian resin dan additive digiling terlebih dahulu untuk dibuat pasta (bahan setengah jadi). Pasta ini bisa disimpan dalam gudang atau langsung diproses untuk dibuat cat, yaitu hanya dengan proses mixing biasa, seperti dijelaskan pada proses pembuatan cat tanpa pigment di atas.
Alat dan prinsip penggilingan bermacam-macam, diantaranya adalah:
a)      Melewatkan millbase diantara dua buah atau lebih silinder yang berhimpitan satu dengan lainnya, dimana jarak diantara dua buah silinder ini bisa diatur sesuai dengan derajat kehalusan yang diinginkan. Contoh dari alat ini adalah Triple roll Mill.
b)      Melewatkan secara vertical atau horizontal millbase ke dalam mesin giling yang terdiri dari agitator dan banyak glass bead di dalamnya. Di dalam silinder giling, glass bead bersama dengan millbase akan diputar oleh agitator pada kecepatan tertentu, menyebabkan pigment-pigment secara mekanis akan terpecah karena tertumbuk oleh glass bead secara terus menerus. Millbase melalui saringan akan keluar, sedangkan glass bead akan tetap tertahan di dalam silinder giling. Sekalipun glass bead terbuat dari bahan yang keras dan kuat, pada akhirnya juga akan terpecah, ini akan menyebabkan proses penggilingan akan menurun performance-nya dan glass bead harus diganti dengan yang baru. kecepatan putar agitator, kekentalan, kadar padatan dan waktu tinggal millbase di dalam mesin adalah faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitasnya proses penggilingan. Jika satu tahap proses penggilingan belum mencapai hasil yang diinginkan, millbase biasanya dikembalikan lagi ke dalam mesin, dilakukan bisa berkali-kali hingga diperoleh derajad kehalusan yang diinginkan.

Gambar 4. Sand Mill

c.       Penyelesaian
Seperti sudah dijelaskan pada bagian di atas bahwa proses pembuatan cat dibagi menjadi dua bagian besar, yaitu proses yang melibatkan dispersi dan/atau penggilingan dan proses yang hanya melibatkan proses mixing saja. Tahap akhir dari kedua proses ini juga berbeda, pada proses yang melibatkan dispersi dan/atau penggilingan pigment, maka mengukur derajad kehalusan dari partikel-partikelnya adalah tahap yang penting guna mengakhiri proses tersebut.
Sedang proses lain, yang hanya melibatkan proses mixing, maka untuk melihat seberapa jauh campuran sudah tercampur sempurna dan sesuai komposisi yang ditentukan, cukup mengukur kekentalan atau viskositas campuran tersebut. Namun bila campuran tersebut mengandung beberapa jenis pasta, maka menyamakan warna (colour matching) campuran cat secara kasar perlu dilakukan, agar campuran tidak terlalu jauh berbeda dengan warna standardnya.
Kedua tahapan ini biasanya disebut uji kualitas pendahuluan, yaitu tahapan antara sebelum cat diuji secara seksama pada tahap paling akhir dari proses pembuatan cat, yaitu tahap pengujian kualitas cat.

3.   Cara Membuat Cat Skala Home Industry (Cat Tembok)
                 Pada dasarya bahan baku dari pembuatan cat tembok adalah kapur (CaCO3) yang ditambahkan dengan air dan pigment warna. Maka, tidaklah aneh jika pada zaman dulu, Nenek-nenek kita sering mengecat rumahnyayang terbuat dari ayaman bambu (bilik) cukup dengan kapur yang ditambah air. Tentu saja warna catnya akan menjadi putih. Tetapi kelemahan cat sederhana seperti ini adalah mudahnya cat untuk teroksidasi sehingga warnanya akan berubah (pudar), selain itu cat akan mudah terkelupas (bahkan menempel dengan mudah di kulit atau pakaian), dan yang terakhir warna cat tidak mengkilap. Oleh karena itu diperlukan penambahan zat lainnya agar cat yang dibuat dapata aplikatif dan tidak berbeda jauh dengan cat buatan industri. Dibawah ini disediakan salah satu resep pembuatan cat tembok dengan kualitas standar:
Bahan:
1.      Calsium Carbonat (kapur) 2 Kg sebagai medium pendispersi
2.   Titanium Dioksida 2 ons (zat ini sudah dilarang dan sulit didapatkan, Fungsinya untuk menghasilkan warna putih sehingga jika ditambah pigment colour akan menghasilkan warna yang murni)
3.      Propylene Vinil Acrylic (PVAC) 1 kg, berfungsi agar cat tidak cepat luntur
4.      Air ¾ liter sebagai pelarut atau medium pendisfersi
5.      Tepung tapioka  secukupnya (digunakan untuk cat yang akan diaplikasikan pada permukaan yang tidak rata, berfungsi sebagai perekat)
6.      Pigment Colour secukupnya sebagai pewarna
7.      Kaolin 1 kg, berfungsi agar cat menjadi mengkilap
8.      Pine Oil 10 cc, berfungsi agar warna cat menjadi stabil
Cara:
1.      Larutkan Calsium Carbonat ke dalam air aduk sampai rata
2.      Lalu masukan PVAC ke dalam larutan 1 sambil terus diaduk. Masukan Titanium Dioksida.
3.      Masukan kaolin ke dalamnya sampai seluruhnya bercampur dengan rata.Lalu masukan pigmen colour. Pigmen color ada bermacam-macam sesuai selera dan permintaan.
4.      Tambahkan pine oil

4.     Bahaya Zat Kimia Pembuat Cat
Cat merupakan campuran bahan kimia yang sudah dikenal sejak dahulu dan banyak digunakan di berbagai tempat. Cat merupakan bahan yang mudah menguap dan cat semprot akan mengubah substansi menjadi bentuk aerosol yang mudah terisap Cat dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui inhalasi, kontak kulit dan oral, hal ini merupakan pajanan potensial. Cat mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan kanker terutama kanker paru di samping kanker esofagus, abdomen dan kandung kencing.8 Isosianat yang dikombinasi dengan bahan-bahan kimia lain dalam cat semprot, pelapis polyurethane serta beberapa industri dapat mempeng- aruhi kesehatan bila dihirup dalam bentuk aerosol. Isosianat dapat menyebabkan beberapa kelainan paru seperti asma danpneumonitis hipersensitif.
Pajanan isosianat dapat menyebab- kan asma pada 5-15% pekerja dan merupakan penyebab paru kerja yang sering dijumpai di daerah industri.Cat semprot yang mengandung hidrokarbon, suatu bahan yang mudah menguap dapat menimbulkan sensasi euforia dan halusinasi, sehingga dapat disalahgunakan (abuse) terutama di kalangan remaja. Pajanan akut dan kronik dapat mempengaruhi kesehat- an paru dan bahkan dapat menyebabkan kematian.
Cat berisi bahan kandungan cat dan bahan pewarna  berupa campuran zat kimia padat dengan medium cair, digunakan sebagai lapisan proteksi atau dekorasi permukaan; akan mengering dengan oksidasi, polimerisasi dan evaporasi. Pekerja cat dan orang di sekitarnya dapat terpajan oleh bahan-bahan kimia yang terdapat dalam cat.
Cat pada umumnya berbahan dasar air atau minyak dan terdiri atas tiga komponen penting, yaitu:
1.      Tiner
Semua cat mengandung pelarut/solvent yang biasanya berupa tiner. Tiner akan menguap segera setelah cat dioleskan, saat itu pekerja cat dapat mengisap bahan berbahaya yang terkandung dalam solven. Pajanan terhadap solvent dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, iritasi mata, hidung dan tenggorokan, masalah reproduksi dan kanker.
2.      Binder
Binder yang dapat menyebabkan masalah kesehatan adalah resin (epoxy sin dan urethane resin) menimbulkan iritasi hidung, mata, tenggorokan dan kulit.
3.      Pigmen
Pigmen dalam cat berguna untuk mewarnai dan meningkatkan ketahanan cat.
Banyak jenis pigmen merupakan bahan berbahaya yaitu: Lead chromate: digunakan untuk memberi warna hijau, kuning dan merah; dapat menyebabkan kerusakan sistem saraf pusat. Kromium: memberikan warna hijau, kuning dan oranye; dapat menyebabkan kanker paru dan iritasi kulit, hidung dan saluran napas atas. Kadmium: memberi warna hijau, kuning, oranye dan merah; dapat menyebabkan kanker paru.

Tabel 1. Bahan Cat dan Fungsinya
Bahan
Fungsi
Bahan pembentuk lapisan (film-forming materials): Linseed oilSoybean oilTung oilDehydrated Castor oilFish oilOiticica oilPerilla oilCaseinLatex emulsionVarnishes

Membentuk lapisan pelindung melalui oksidasi dan polimerisasi minyak tak jenuh
Tiner (thinners) :
Hidrokarbon alifatik, naphtha, fraksi petroleum lain

Sebagai suspensi pewarna cat (pigmen),
terlarut dalam bahan pembentuk lapisanndan konsentrasinya sedikit dalam cat
Turpentin (turpentine) :
Seperti hidrokarbon aromatik: toluen, silol (xylol)methylated naphthalene

Mempercepat pengeringan lapisan (film) melalui oksidasi dan polimerisasi
Pengering (driers) :
Co, Mn, Pb, Zn, naphthaleneresin, octoates, linoleat, tallates Antiskinning agents :
Polyhydroxy phenols. Plasticizers:
Beberapa macam minyak
Memberikan elastisitas pada lapisan sehingga mengurangi atau mencegah proses penguraian

Tabel 2. Pigmen Cat dan Fungsinya
Pigmen
Fungsi
Pewarna putih: timah putih, titanium dioksida, Zn oksida, lithopone, Zn
sulfida, basic lead sulphate
Pewarna hitam: karbon hitam, lampblack, graphite, magnetite black
Pewarna biru: ultramarine, cobalt blue, copper phthalocyanine, iron blue
Pewarna merah: timah merah, iron oxides,kadmium merah, toners and
lakes
Pewarna metalik : aluminum, debu sengbubuk tembaga
Pewarna kuning: litharge, ochre, timah atau Zn kromat, hansa yellows,
ferrite yellows, cadmium lithopone
Pewarna jingga: basic lead chromate, cadmium orange, molybdenum
orange
Pewarna hijau: kromium oksidakromat hijau, hydrated chromium oxide,
phthalocyanine green, permansa green
Pewarna coklat: burnt sienna, burnt amber, vandyke brown
Metal protective pigments: timah merah, timah biruseng, basic lead,
barium potassium chromates

Untuk melindungi lapisan cat dari sengatan matahari, menguatkan lapisan dan memberi tampilan menarik (estetik)
Pigments Extenders:
China clay, talk, asbestos, silika, gips, mika, barytesblanc fixe
Mengurangi biaya pewarna dan meningkatkan ketahanan warna

Cat semprot banyak digunakan di industri-industri mobil, mebel, pesawat, kapal laut dan industri lain. Cat semprot lebih berbahaya daripada cat kuas karena partikelnya yang kecil dapat tersebar luas. Cat semprot mengubah substansi menjadi aerosol, yaitu kumpulan partikel halus berupa cair atau padat, yang karena ukurannya yang kecil akan mudah terisap, sehingga potensial merupakan pajanan khususnya terhadap kesehatan paru, berpotensi menyebabkan penyakit paru akibat kerja; antara lain kanker, asma dan pneumonitis hipersensitivitas.
. Selain itu cat dapat mempengaruhi beberapa organ lain seperti susunan saraf pusat, hati, ginjal, kulit, mata, organ reproduksi, jantung dan paru. Di samping itu cat semprot yang mengandung hidrokarbon dapat disalahgunakan karena dapat memberikan sensasi euforia atau halusinasi; intoksikasi hidrokarbon dapat menyebabkan kelainan paru bahkan kematian.
Cat semprot berupa partikel halus yang dapat terisap ke dalam saluran napas. Lokasi deposisi partikel di saluran napas ditentukan oleh konsentrasi, kelarutan dan ukurannya. Partikel berukuran 10 µm atau lebih akan mengendap di hidung dan faring, yang berukuran kurang dari 5 µm dapat penetrasi sampai ke alveoli, dan partikel berukuran sedang (5-10µm) akan mengendap di beberapa tempat di saluran napas besar. Lokasi deposisi partikel akan memberikan respons atau penyakit yang berbeda. Faktor manusia juga berperan penting dalam berkembangnya penyakit, seperti kebiasaan merokok, kecepatan aliran udara, pernapasan, ukuran paru dan faktor familial.
Cat jenis tertentu diduga mengandung beberapa zat yang bersifat karsinogenik. Sebagian besar pajanan cat melalui inhalasi walaupun dapat juga melalui kontak kulit atau oral. Beberapa bahan dalam cat yang dapat menyebabkan kanker paru antara lain timah, kromium, molybdenum, asbestos, arsenik, titanium dan mineral oil (polycyclic aromatic hydrocarbon).
Arsen dan pewarna cat yang mengandung metal seperti titanium oksida, kromium dan besi saat ini jarang digunakan karena sejak tahun 1960 digunakan cat dengan berbahan dasar air yang hanya sedikit mengandung pelarut dan kurang berbahaya.
Isosianat sering diidentifikasi sebagai penyebab asma kerja pada pekerja cat semprot yang dikenal sebaga isocyanate-induced asthma. Prevalensi isocyanate-induced asthma diperkirakan berkisar antara 5-15% dan sering dijumpai di negara berkembang. Isosianat merupakan bahan utama cat semprot, selain itu dapat juga dijumpai pada varnis, lem dan polyurethane.
Isosianat merupakan bahan kimia reaktif yang dapat mengiritasi saluran napas dan membran mukosa. Dahulu toluene diisocyanate (TDI) sering digunakan dalam komponen cat semprot kendaraan bermotor; saat ini digantikan oleh 1,6 hexamethylene diisocyanate (OCN(CH2)6NCO (HDI) dan methylene diphenyl diisocyanate (MDI)HDI merupakan diisosianat alifatik; HDI monomer sangat mudah menguap, sehingga sebagian besar HDI dalam bentuk prepolimer.
Pajanan isosianat yang tinggi dapat menyebabkan iritasi mata, sensitisasi dan inflamasi kulit serta edema paru. Pada pekerja  yang telah tersensitisasi oleh isosianat, pajanan dosis kecil (kurang dari 1 ppb = parts per billion) dapat menyebabkan asma yang dapat tetap diderita bertahun-tahun setelah pajanan dihentikan. Tanda dan gejala yang sering yaitu batuk dengan atau tanpa produksi sputum, sesak atau rasa berat di dada, mengi, mengigil, malaise, nyeri otot, dan gejala seperti flu (flu like symptoms) pada saat bekerja. Demam disertai lekositosis dapat juga dijumpai pada asma kerja (5%). Pada beberapa pasien dapat dijumpai gejala yang tidak khas seperti batuk kronik atau bronkitis. Foto dada biasanya normal walaupun dapat juga ditemukan infiltrat interstisial atau menyebar. Pada pemeriksaan arus paksa ekspirasi serial (APE) didapatkan nilai APE yang lebih rendah saat berada di lingkungan pekerjaan.
Isosianat merupakan senyawa dengan berat molekul rendah (kurang dari 5000 dalton); mekanismenya sebagai penyebab asma belum jelas; diperkirakan melalui mekanisme imunologi dan nonimunologiMekanisme isocyanate-inducedasthma melalui non-IgE dependent karena antibodi IgE (imunoglobulin E) yang spesifik terhadap protein konjugat hanya sedikit dijumpai (10-30%).
Eosinofil jarang dijumpai pada asma kerja; berhubungan dengan beratnya penyakit dan peningkatan reversibilitas terhadap bronkodilator Hidrokarbon adalah bahan kimia yang terdapat di dalam cat, lem, pelarut dan bahan bakar (bensin); merupakan komponen organik yang terdiri atas molekul karbon dan hidrogen; terbagi atas jenis hidrokarbon aromatik dan alifatik.
Toksisitas hidrokarbon disebabkan karena bahan ini mudah menguap (volatil) sehingga mempengaruhi organ respirasi (paru); di samping itu dapat juga mempengaruhi sistem saraf, jantung, ginjal, hati dan gastrointestinal. Hidrokarbon volatil seperti bensen, toluen dan silen dapat memberikan sensasi euforia dan halusinasi sehingga sering disalahgunakan (abuse). Sejak dua dekade terakhir terjadi peningkatan penyalahgunaan cat semprot yang mengandung hidrokarbon pada remaja dengan sosial ekonomi rendah karena murah dan mudah didapat.
Teknik inhalasi melalui hidung, mulut atau cat disemprotkan ke kantong kemudian dihirup. Cat semprot yang disukai adalah cat semprot warna metalik karena mengandung toluene konsentrasi tinggi.

Daftar Pustaka
Maurits. 1999. Manajemen Penerapan Hiperkes di Perusahaan dan Rumah Sakit, Naskah Seminar Penerapan K3 dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Kerja dan Menyongsong Akreditasi Rumah Sakit.
Rohery, B. 1985. Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14000. PT Pustaka Binaman Pressindo: Jakarta.
Soegiarto. Diktat Kuliah Keselamatan Kerja dan Higiene Perusahaan,
Suma’mur. 1981. Keselamatan Kerja dan Pencegahan Kecelakaan. PT Toko Gunung Agung: Jakarta.

Wednesday, 6 March 2013

Posted by Billion |
Kenapa dinding baru sebaiknya di aci daripada di plamur??



Kebanyakan masyarakat, atau tukang bangunan mengenal plamur sebagai lapisan yang digunakan sebelum dinding di-cat. Padahal plamur fungsinya hanya sebagai zat atau cairan pengisi di bagian dinding yang mengalami keretakan. Bukan sebagai lapisan yang digunakan di keseluruhan bagian dinding, sehingga memudahkan dalam proses pengecatan. 

Disarankan untuk dinding yang baru, harus dilakukan aci, selain berfungsi untuk meratakan permukaan tembok, acian juga mencegah dinding tidak gampang retak rambut.

Dengan acian saja bukan berarti resiko dinding mengalami retak rambut tidak terjadi. Oleh karena itu, saat ini banyak sekali produsen cat - cat terkemuka membuat produk-produk yang mendukung agar tembok tidak gampang retak. Diantaranya munculnya produk semen mortar, alkali sealer, ataupun cat waterproofing yang mencegah terjadinya kerusakan pada dinding.

Lapisan yang digunakan sebelum cat yang benar adalah lapisan sealer, atau lapisan alkali. Lapisan sealer atau alkali akan membantu merekatkan lapisan cat dengan dinding acian. Ini berlawanan dengan sifat plamur dinding, yang memang membantu dalam pengecatan (karena berwarna putih), tapi dia tidak berfungsi merekatkan lapisan cat dengan acian dinding. Bahkan bila terkena cuaca panas dan hujan, lapisan plamur tadi akan mengelupas dari dinding acian, sehingga menyebabkan terjadinya cat ‘mengelupas’, atau ‘ngelotok’.  
  
Dengan banyaknya kekurangan yang terjadi saat melakukan plamur, apakah anda masih ingin berisko dinding rumah anda rusak karena salah aplikasi??

-dari berbagai sumber- 

Tuesday, 5 March 2013

Posted by Billion |


Sebagai bagian pertama yang dilihat dari luar, posisi pagar sangat strategis dalam menentukan performa hunian Anda. Untuk itu, jika punya waktu, tidak ada ada lagi yang perlu dipertimbangkan kecuali segera memberikan tampilan baru untuknya. Simak caranya berikut ini: 

Karat 

Langkah pertama, hilangkan karat di pagar rumah. Pastikan besi pagar rumah Anda "siap" menerima cat primer dan cat besi. Besi yang ditempatkan di luar rumah dapat terekspos pada berbagai hal, dan rentan rusak oleh hal tersebut.

Seiring waktu, besi akan berkarat, menahan air, atau menarik minyak dan kotoran. Hal pertama yang harus Anda lakukan Anda mencari adanya karat. Jika ada, gunakan sarung tangan, pengaman mata, dan masker.
Gunakan sikat kawat dan gosok area karat tersebut. Kemudian, lembabkan lap dengan mineral spirits, sejenis thinner tak berbau, dan mulailah menghapus karat yang tersisa. Ganti lap ketika sudah terlalu kotor. Jika tidak, pekerjaan Anda menghilangkan karat akan sia-sia.

Membersihkan 

Langkah kedua adalah membersihkan pagar rumah. Setelah menghilangkan karat dengan mineral spirits, zat tersebut dapat tertinggal pada sebagian jenis cat besi.

Sebelum mulai mengecat, sebaiknya Anda mencuci pagar Anda terlebih dahulu. Penuhi sebuah ember dengan air panas dan sabun.

Gunakan lap yang telah Anda rendam di ember tersebut untuk membersihkan pagar. Semprotkan dengan air selang, kemudian keringkan semalaman.

Pengecatan

Ketiga, mulailah proses pengecatan pagar rumah. Gunakan primer sebagai dasar. Bekerjalah dengan cepat melapisi seluruh pagar Anda.

Berikan waktu setidaknya satu hari hingga cat primer mengering. Setelah primer mengering, lapisi dengan cat besi. Tunggu hingga cat mengering, lapisi kembali dengan lapisan kedua.

Anda juga bisa menggunakan kape untuk mengikis noda dan kotoran menempel. Baru kemudian, gunakan ampelas halus dan lap kering untuk menghilangkan kotoran. Kemudian, beri dempul untuk menyamakan permukaan yang tidak rata. Setelah kering, ampelas kembali, beri lapisan cat dasar dengan cat alkali cepat kering.

Cat kembali dengan campuran cat dan thinner, kemudian sapukan cat besi. Tunggu hingga 24 jam, kemudian aplikasikan finishing.

sumber: Kompas.com
Posted by Billion |
Warna biru dikenal sebagai warna pembawa kesejukan dan ketenangan. Lebih dari itu, ternyata warna ini juga memiliki berbagai makna dan efek.




Warna Biru sendiri memiliki banyak makna diantaranya :

Biru gelap: kepercayaan, martabat, kecerdasan, otoritas.

Biru terang: kebersihan, kekuatan, kehandalan, kesejukan 
(Asal-usul makna timbul dari kualitas air laut dan perairan pedalaman, sebagian besar yang lebih nyata.)

Cahaya (langit) biru: kedamaian, ketenangan, halus, spiritual, infinity 
(Asal-usul makna adalah aspek intangible dari langit.)
Berdasarkan banyak survey di dunia warna biru merupakan favorit no.1 yang di pilih.
Selain makna diatas, warna biru juga memiliki efek penyembuhan, seperti di muat dalam kompas.com yang dikutip dari houzz.com. Berikut fungsi lain dari warna biru :
Penyembuhan 

Penduduk Mesir dan China kuno melakukan kromoterapi atau metode perawatan penyakit dengan menggunakan warna. Proses ini kerap dikenal sebagai terapi cahaya atau korologi.

Sampai saat ini, kromoterapi masih digunakan sebagai salah satu pengobatan alternatif. Salah seorang intepreter kromoterapi modern, Edwin Babbitt, dalam bukunya yang ditulis pada 1878 The Principles of Color Therapy mengatakan, bahwa sinar biru adalah salah satu antiseptik terbaik di dunia. Babbit percaya, warna biru dapat mengurangi penyakit dan merawat rasa sakit.

Artikel lain yang dilansir oleh situs tersebut juga mengatakan, bahwa batu lapis lazuli berwarna biru juga membawa kedamaian di dalam hati. Hal ini diperkuat oleh pendapat June McLeod.

June adalah pengarang buku Colors of the Soul. Ia sepakat, bahwa biru membawa kekuatan menenangkan, terutama biru langit. Menggunakan lampu berwarna biru ini mampu menciptakan kamar mandi yang menenangkan.

Darah biru 

Masyarakat Mesir kuno menggunakan batu lapis lazulli untuk mewarnai pakaian para anggota kerajaan dan pendeta. Warna ini menandakan status mereka sebagai para dewa. Karena itulah, tidak mengherankan jika penggunaan warna ini dapat memberikan kesan mewah dan berkelas.



Kekuatan menjaga 

Penduduk di beberapa wilayah Eropa juga percaya, bahwa mengecat pintu, tangga, pagar, dan eksterior rumah dengan warna biru mampu menjaga penghuni dari hal-hal buruk. Pada 1932, Robert M. Gerard, seorang psikolog asal California mengadakan penelitian yang mencari efek cahaya pada tekanan darah. Penelitian tersebut ia lakukan di rumah sakit New England.

Dalam penelitian itu, ia menempatkan para pekerja di rumah sakit di ruangan bercahaya biru dan sebagian berwarna merah. Hasilnya, mereka yang terpapar cahaya merah memiliki tekanan darah lebih tinggi.

Untuk itulah, tidak ada salahnya Anda menggunakan warna biru yang terkesan "dingin" di kamar Anda. Seimbangkan warna tersebut dengan aksen kayu untuk memberikan sedikit kehangatan.

Diet 

Selain kamar tidur, ruangan lain yang cocok Anda berikan warna biru, terutama bagi Anda yang sedang diet, adalah ruang makan. Warna biru bisa menekan selera makan seseorang. Pasalnya, badan kita menerjemahkan warna biru seperti makanan busuk sehingga secara otomatis badan "mengelabui" kita untuk tidak makan lebih banyak.

Menambah kreatifitas 

Menurut studi yang dilakukan oleh Universitas British Columbia pada 2009, warna biru menambah kemampuan kita berpikir kreatif. Maka itu, biru cocok Anda gunakan untuk ruang belajar dan kerja.

Anda tertarik warna biru?

 sumber: dari berbagai sumber.